Sepak terjang Usman Kansong, dari jurnalis hingga jabatan Dirjen IKP


    Usman Kansong dalam tiga tahun terakhir di kenal sebagai Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik untuk Kementerian Komunikasi Informatika (Kemenkominfo). Tepat setelah tiga tahun lebih menjabat, Usman Kansong pada akhirnya memutuskan untuk mundur dari jabatan nya.

Usman Kansong yang mengumumkan pengunduran diri sebagai Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Kominfo di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2024). 

    Sebagai kata terahir dalam acara perpisahannya, Usman memberikan pesan penutup yang memiliki benang merah pada dua profesinya. "Kritis adalah DNA-nya pers. Tetaplah kritis untuk mengawal dan menegakkan demokrasi. Saya kira kita semua tidak perlu takut. Jangan sampai lutut kita lepas bergetar hanya dengan kritik pers. Kita jawab kritik pers itu dengan perbaikan-perbaikan diri, perbaikan institusi dan tentu demokrasi kita yang penting," ucap Usman.

    Jika ditelusuri lebih lanjut, nama Usman Kansong besar karena kariernya sebagai jurnalis dalam waktu
lebih dari dua dekade. Ia cukup lama mengabdi di Media Group, yang dianggap sebagai kawah candradimuka-nya untuk memahami seni komunikasi massa.  Berkarier sejak tahun 2000 - 2009, ia telah mengisi posisi penting di media penyiaran Metro TV sebagai News Current Issues Chief

    Selanjutnya karier nya  dilanjutkan di media massa cetak, Media Indonesia mulai dari 2000 - 2020 sebagai Direktur Pemberitaan. Usman juga cukup aktif salah satunya dengan memegang posisi Dewan di dalam Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk). Langkah karier Usman tersebut sejalan dengan latar komunikasinya sebagai lulusan Ilmu Komunikasi FISIP USU, Medan di 1994 dan Program Pascasarjana Sosiologi Universitas Indonesia di 2005. Ia juga pernah meraih partnership dari East-West Center, Honolulu, Amerika Serikat. Serta pernah berpartisipasi dalam “People to individuals diplomacy” yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Rusia dan Belarusia (2015) dan Amerika Serikat (2016). Dengan latar pendidikan dan prestasinya tersebut membuktikan Usman telah terasah dalam hal kompetensinya di bidang komunikasi dan media massa.


Sepak terjang sebagai Dirjen IKP 


    Selama menjadi Dirjen IKP tiga tahun terakhir, Usman telah terbukti melakukan harmonisasi komunikasi publik dalam beragam acara baik tingkat nasional maupun internasional. Acara besar yang pertama ditanganinya pertama kali setelah bergabung dengan Kementerian Kominfo ialah Global Forum for Disaster and Risk Reduction (GPRR). 

    Komunikasi publik tersebut bisa dibilang berjalan dengan mulus mengawali karier Usman sebagai Dirjen IKP. Setelahnya secara berturut-turut Usman mengepalai dan dipercaya untuk menciptakan komunikasi-komunikasi ciamik acara-acara besar seperti forum G20 yang berlangsung di akhir 2022.
Pada tahun 2023, semakin banyak kegiatan internasional yang diorkestrasi Direktorat Jenderal IKP di bawah kepemimpinan Usman, mulai dari ASEAN Summit di Labuan Bajo dan Jakarta pada 2023, Archipelago and Island State (AIS) Gathering 2023 di Bali, dan ditutup dengan World Water Gathering (WWF).

    Pada tingkat nasional salah satu program komunikasi publik yang berhasil ditangani oleh Usman ialah mengenai Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua. Kabar terbaru menyebutkan ia aktif dan gencar memperkuat komunikasi publik mengenai persiapan perpindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga penanganan dan pemberantasan judi online nasional. Tidak hanya memperhatikan komunikasi publik kepada masyarakat selama menjabat sebagai Dirjen IKP, Usman telah membuktikan dirinya cukup banyak memberikan terobosan untuk menata kehumasan di pemerintahan.

    Salah satunya pada 2022, usulannya diterima oleh Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan tunjangan bagi pranata humas. Tunjangan tersebut ditingkatkan 100 persen setelah sebelumnya nilai tunjangan tersebut jalan di tempat sejak 2015. Selain itu, ia berhasil mendorong Kementerian PAN-RB untuk menghadirkan jabatan fungsional humas di tingkat utama yang sebelumnya hanya ada jabatan fungsional humas di tingkat madya.

    Menariknya hingga di akhir hari dirinya bertugas, Usman masih aktif menjalankan tanggung jawabnya sebelum secara resmi terbuka mengumumkan pengunduran diri sebagai pejabat publik.  Ia berujar dalam konferesi pers pengunduran dirinya, "Ada pepatah mengatakan kalaupun kita tahu besok kiamat, apabila kita masih bisa menanam padi maka tanamlah padi. Maka sampai hari ini saya masih bekerja atas izin Bu Sekjen. Tadi saya menghadirkan acara Kominfo Karnival, lalu membuka acara orkestrasi untuk para pekerja media sosial ke-79 RI, dan memberikan pidato kunci dalam acara APJII,". Meski kini ia telah mengundurkan diri, Usman mengaku dirinya akan tetap mengabdi pada negara. Ia tetap akan melakukan komunikasi publik meski berada di luar pemerintahan mewartakan kabar-kabar untuk masyarakat.

    Tak lagi menjadi pejabat publik, pria kelahiran Jakarta tahun 1970 itu mengaku akan kembali mendalami jurnalistik dan karier sebagai penulis yang telah membesarkan namanya. Ia berharap dengan peninggalannya di Direktorat Jenderal IKP, penggantinya serta Kementerian Kominfo bisa tetap menjalankan transformasi dan melakukan penyegaran organisasi sehingga bisa lebih lincah.
Usman mengharapkan agar Direktorat Jenderal IKP menjadi goverment PR untuk menggemakan komunikasi publik yang sukses baik di masa kini dan beragam acara baik nasional dan internasional di masa depan. 

----

Source : Livia Kristianti. Antara News. 14 Agustus 2024 Link

Popular Posts